Senin, 09 Mei 2011

senandung rindang yang hilang

gugur satu persatu penghias indahnya
memudar pancar pesona damainya
dari detik kepedihan mulai merintik
dari menit gusar dan galau kian terbesit
dari jam keceriannya mulai tengelam
seakakn ditelan waktu penuh penyesalan


seribu tanya bimbang yang meradang
dosa dan khilap apa yang menjadi sebab
langkah mana seolah dia salah arah pijakan apa yang sepertinya menuju fatamorgana
isyarat apa seakan dia tersesat
semakin jauh dari arti dan makna kehidupan


gerhana seakan kata yang sederhana
namuj dibalik pekatnya tersimpan keindahan
dimana terang seakan  di telan kalam
gambaran dari rangkaian perjalanan
pengembaraan khayal di dunia fana
dimana alpa terlanjur membaur


sendu dan pilu mendayu tersaou angan
lirih merrintih tersapu ppedih
disaat waktu menjadi masa lalu
tertinggal jauh kala berpacu
hanya mengadu pada mu yang mampu mengeluh seperti
senandung Rindang yang hilang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar