sewaktu langit berganti ekspresi
seketika alam berubah kehendak
sesaat itulah seseorang merenung
sekejap mata memalingkan sukma
secepat kilat kehilangan asa
teranglah satu kharisma nyata
dalam bayang menyentuh raga
merajang tenang samudra jiwa
melapuk terkelupas kata kata noda
seakan terhimpit dua alam
resah yang terada dengan kasat mata
membalut nista akan indah sutra
dalam gerhana kutatap luka
dalam kaku kutersiksa dalam bisu
suaktu badai yang kutuai
senyata dengan bergelut dengan kabut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar