terpatri sudah asa dalam lara
terpenjara telah suka akan duka
saat mentarimu berhenti untuk ku
dikala tatapmu tertutup karma
dimasa hatimu dipaksa berpaling dariku
bayang masalalu seakan bayu
tak henti warnai biru kalbu
rapuh sukma saat kau beranjak
retak pelak cermin hati tersontak
hanya membisi pengganti ekspresiku
hanya membeku pengganti bicaraku
tuntas sudah perjalanan hati
tak terungkap ucap hanya larik hati niat berbisik
terimakasih ku ungkap tuk segalanya
semua berlalu seiring waktu
semakin terasa sulit ku menepis bayangmu
kian jauh ku tenggelam dalam perasaan
semkakin dalam ku terperosok dalam kelam
tak kuasa ku membuka lembaran kedua
Junisa Narullita
'm thankful for what I have now, This may be the best to me from god:) i will I enjoy this life and vying for the good of
Rabu, 18 Mei 2011
Bergelut Dengan kabut
sewaktu langit berganti ekspresi
seketika alam berubah kehendak
sesaat itulah seseorang merenung
sekejap mata memalingkan sukma
secepat kilat kehilangan asa
teranglah satu kharisma nyata
dalam bayang menyentuh raga
merajang tenang samudra jiwa
melapuk terkelupas kata kata noda
seakan terhimpit dua alam
resah yang terada dengan kasat mata
membalut nista akan indah sutra
dalam gerhana kutatap luka
dalam kaku kutersiksa dalam bisu
suaktu badai yang kutuai
senyata dengan bergelut dengan kabut
seketika alam berubah kehendak
sesaat itulah seseorang merenung
sekejap mata memalingkan sukma
secepat kilat kehilangan asa
teranglah satu kharisma nyata
dalam bayang menyentuh raga
merajang tenang samudra jiwa
melapuk terkelupas kata kata noda
seakan terhimpit dua alam
resah yang terada dengan kasat mata
membalut nista akan indah sutra
dalam gerhana kutatap luka
dalam kaku kutersiksa dalam bisu
suaktu badai yang kutuai
senyata dengan bergelut dengan kabut
Senin, 09 Mei 2011
bila
tetaplah tejaga walaupun kau lelah
bila aku tak mampu lagi berdiri
cobalah bertahan meski langit menutup awan
bila aku tak kuasa lagi membuat mu tertawa
jangan kau gusar dan coba menghindar
bila hati mu yakinkan kau tegar
tak perlu kau bimbang dan pergi menghilang
bila asamu tak membeku dan terus menentang
raih segala rasa apa yang kau miliki
bila waktu untuk kita telah tiba
genggam erat setiap aroma cinta
bial kau rasa dia akan memberi mu bahagia
asa tak pernah sirna tanpa alasan
bila kau sadar dia adalah harapan
badai duka takan mampu membuat mu luka
bila kau dengar apa hati mu bekata
segalanya kembali menuju ruang sukmamu
bila aku tak mampu lagi berdiri
cobalah bertahan meski langit menutup awan
bila aku tak kuasa lagi membuat mu tertawa
jangan kau gusar dan coba menghindar
bila hati mu yakinkan kau tegar
tak perlu kau bimbang dan pergi menghilang
bila asamu tak membeku dan terus menentang
raih segala rasa apa yang kau miliki
bila waktu untuk kita telah tiba
genggam erat setiap aroma cinta
bial kau rasa dia akan memberi mu bahagia
asa tak pernah sirna tanpa alasan
bila kau sadar dia adalah harapan
badai duka takan mampu membuat mu luka
bila kau dengar apa hati mu bekata
segalanya kembali menuju ruang sukmamu
senandung rindang yang hilang
gugur satu persatu penghias indahnya
memudar pancar pesona damainya
dari detik kepedihan mulai merintik
dari menit gusar dan galau kian terbesit
dari jam keceriannya mulai tengelam
seakakn ditelan waktu penuh penyesalan
seribu tanya bimbang yang meradang
dosa dan khilap apa yang menjadi sebab
langkah mana seolah dia salah arah pijakan apa yang sepertinya menuju fatamorgana
isyarat apa seakan dia tersesat
semakin jauh dari arti dan makna kehidupan
gerhana seakan kata yang sederhana
namuj dibalik pekatnya tersimpan keindahan
dimana terang seakan di telan kalam
gambaran dari rangkaian perjalanan
pengembaraan khayal di dunia fana
dimana alpa terlanjur membaur
sendu dan pilu mendayu tersaou angan
lirih merrintih tersapu ppedih
disaat waktu menjadi masa lalu
tertinggal jauh kala berpacu
hanya mengadu pada mu yang mampu mengeluh seperti
senandung Rindang yang hilang
memudar pancar pesona damainya
dari detik kepedihan mulai merintik
dari menit gusar dan galau kian terbesit
dari jam keceriannya mulai tengelam
seakakn ditelan waktu penuh penyesalan
seribu tanya bimbang yang meradang
dosa dan khilap apa yang menjadi sebab
langkah mana seolah dia salah arah pijakan apa yang sepertinya menuju fatamorgana
isyarat apa seakan dia tersesat
semakin jauh dari arti dan makna kehidupan
gerhana seakan kata yang sederhana
namuj dibalik pekatnya tersimpan keindahan
dimana terang seakan di telan kalam
gambaran dari rangkaian perjalanan
pengembaraan khayal di dunia fana
dimana alpa terlanjur membaur
sendu dan pilu mendayu tersaou angan
lirih merrintih tersapu ppedih
disaat waktu menjadi masa lalu
tertinggal jauh kala berpacu
hanya mengadu pada mu yang mampu mengeluh seperti
senandung Rindang yang hilang
Minggu, 08 Mei 2011
Fatamorgana mahsyar
Berlau lalang dua insan di tengah FANA
Seolah berjalan di tengah mahsyar
Dalam kebisuan mereka bercengkrama
Bak alam tergagap untuk berpetuah
Andaikan mereka sadar dimana berpijak dan melangkah
Sebenarnyalah diantara nista mereka bersinggah
ENTAH...Entahlah apa yng dicari..
Tingkah canggung tersirat dan tersurat
Sesungguhnya tak hanya mereka saja
Namun jutaan insan terjebak di dalamnya..
Tersesat dan tersntak dalam langkah tak menentu
Terus mendayung meski arah tak seiring arus
Lunglai dan terlunta mulaimenjamah langkahnya..
dimana harapan karam hanya menjadi karang
Tak pelak keinginan hanya sebatas gumam
Meski mencoba untuk kembali berpaling
Jejak-jejak yang terbata ..
tapi tak urung segalanya kasat mata
Jelas mereka tenggelam akan keawaman
Terjerembab dimana jiwa jauh menyadari apa yang menjadi sebab...
Seolah berjalan di tengah mahsyar
Dalam kebisuan mereka bercengkrama
Bak alam tergagap untuk berpetuah
Andaikan mereka sadar dimana berpijak dan melangkah
Sebenarnyalah diantara nista mereka bersinggah
ENTAH...Entahlah apa yng dicari..
Tingkah canggung tersirat dan tersurat
Sesungguhnya tak hanya mereka saja
Namun jutaan insan terjebak di dalamnya..
Tersesat dan tersntak dalam langkah tak menentu
Terus mendayung meski arah tak seiring arus
Lunglai dan terlunta mulaimenjamah langkahnya..
dimana harapan karam hanya menjadi karang
Tak pelak keinginan hanya sebatas gumam
Meski mencoba untuk kembali berpaling
Jejak-jejak yang terbata ..
tapi tak urung segalanya kasat mata
Jelas mereka tenggelam akan keawaman
Terjerembab dimana jiwa jauh menyadari apa yang menjadi sebab...
Kamis, 05 Mei 2011
Junisa Narullita
Hi, nama saya Junisa Narullita Astiani tapi panggil aja Icha, kenalan dulu ya, saya sekolah di SMP negri 1 cipanas, tapi bentar lagi jadi alumni, #hha mudah mudahan lulus, aminn.
aduhh, asalnya bingung mau ngelanjutin sekolah kemana, kesini mau kesana mau, weleh,,weleh,
tapi sekarang udah ketuk pali, mau ke SMK Kesehatan Al-ikhlas aja dah, *haruss masuk pokonya (hha ambisi),
aduhh, baru gabung di blog gini nih, bingung pakenya gimana !!! *weswewww genokk si gue
orang banyak yang minta follow, tapi gimana follownya, ??????????????
halah halah, ga tau lah, (: D:
hhhii nanti pasti bisa, *insyaAllah lamun di ulik, :p
maap maap cuma sedikit, bingung mau nulis apa *.*
aduhh, asalnya bingung mau ngelanjutin sekolah kemana, kesini mau kesana mau, weleh,,weleh,
tapi sekarang udah ketuk pali, mau ke SMK Kesehatan Al-ikhlas aja dah, *haruss masuk pokonya (hha ambisi),
aduhh, baru gabung di blog gini nih, bingung pakenya gimana !!! *weswewww genokk si gue
orang banyak yang minta follow, tapi gimana follownya, ??????????????
halah halah, ga tau lah, (: D:
hhhii nanti pasti bisa, *insyaAllah lamun di ulik, :p
maap maap cuma sedikit, bingung mau nulis apa *.*
Langganan:
Postingan (Atom)